Odading
Sejarah Makanan Odading: Roti Goreng Tradisional dari Bandung
Odading adalah salah satu jajanan tradisional Indonesia yang berasal dari Bandung, Jawa Barat. Makanan ini memiliki bentuk menyerupai bantal kecil dengan tekstur lembut di dalam dan sedikit renyah di luar. Odading sudah ada sejak zaman kolonial Belanda dan menjadi bagian dari kuliner Sunda yang dikenal hingga sekarang.
---
1. Asal-usul Nama “Odading”
Nama “odading” memiliki cerita unik yang sering diceritakan secara turun-temurun. Menurut kisah populer di Bandung, makanan ini dinamai oleh seorang anak kecil Belanda yang mencicipi roti goreng buatan pedagang pribumi.
Ketika ia makan roti tersebut, sang anak berteriak, “Oh, dat ding lekker!”
Dalam bahasa Belanda artinya: “Wah, benda ini enak!”
Orang-orang pribumi yang mendengar ucapan itu menirukan kata “dat ding” menjadi “odading”. Sejak saat itu, roti goreng ini dikenal dengan nama tersebut.
Walaupun kisah ini tidak memiliki catatan sejarah resmi, cerita ini sangat populer dan menjadi bagian dari identitas odading.
---
2. Perkembangan Odading pada Masa Kolonial
Pada masa kolonial, banyak pedagang makanan di Bandung membuat roti goreng sebagai alternatif jajanan murah. Bahan-bahannya sederhana:
Tepung terigu
Gula
Ragi
Air
Minyak untuk menggoreng
Pada masa itu, masyarakat pribumi menyesuaikan resep roti Eropa dengan bahan yang lebih terjangkau. Terbuat dari adonan ragi yang digoreng, odading kemudian menjadi jajanan favorit, terutama di kalangan pekerja dan anak-anak.
---
3. Ciri Khas Odading
Odading memiliki ciri khas yang membedakannya dari roti goreng lainnya:
Bentuk kotak atau persegi panjang, mirip bantal kecil
Tekstur lembut dan sedikit elastis di dalam
Aroma ragi yang khas
Kadang ditambahkan wijen di bagian luar
Proses pembuatannya juga sederhana: adonan didiamkan agar mengembang, lalu digoreng hingga kecokelatan.
---
4. Odading dan Budaya Kuliner Sunda
Sebagai makanan khas Bandung, odading kerap dijual bersama:
Cakue
Kue bantal
Roti goreng lain berbahan dasar ragi
Warung odading biasanya berdiri di pinggir jalan atau dekat pasar. Banyak yang menjadikannya jajanan sarapan karena rasanya ringan dan mengenyangkan.
---
5. Odading di Era Modern
Popularitas odading kembali meningkat pada tahun 2020 ketika video promosi dari seorang warga Bandung menjadi viral. Meski video tersebut hanya hiburan, banyak orang yang kemudian kembali mencari odading, membuat jajanan tradisional ini kembali booming.
Walaupun begitu, odading tetap dipertahankan sebagai jajanan sederhana dengan harga terjangkau. Banyak toko roti bahkan membuat varian baru, seperti:
Odading isi cokelat
Odading isi keju
Odading dengan tekstur lebih lembut
Odading frozen yang bisa digoreng di rumah
---
6. Nilai Sejarah dan Kuliner
Odading bukan sekadar jajanan, tetapi juga:
Bukti perpaduan budaya Indonesia dan Belanda
Contoh adaptasi kuliner sederhana dari masa kolonial
Simbol kuliner tradisional Sunda yang bertahan hingga kini
Keberadaan odading hingga era modern menunjukkan bahwa makanan tradisional bisa tetap digemari dan berkembang tanpa kehilangan ciri khasnya.
Komentar
Posting Komentar